Tugas Mandiri 2

NAMA: RIO RICARDO TARIGAN
NIM:193309010064
1. Jelaskan pengertian konsepsi ejaan bahasa! Jawaban :
Ejaan bahasa adalah keseluruhan peraturan yang melambangkan bunyi ujaran penataan kata meliputi pemisahan dan penggabungan kata, penulisan atau tata kata secara rinci termasuk unsur serapan,huruf dan tanda baca.
2.jelaskan cakupan ejaan bahasa indonesia.

Jawab:

Cakupan Ejaan:
1. *Penulisan Nama*

a.Nama Diri

1)dipakai untuk menyebut diri seseorang atau nama seseorang

2)dapat diberikan pada nama-nama geografis

3)dipakai juga untuk nama organisasi, lembaga, badan hukum, judul dokumen, dan sebagainya

*Catatan*:

1)Nama diri ditengarai dengan pemakaian huruf kapital sebagai huruf awal (setiap) kata.

2)Nama diri dapat dikenali karena:
a) bersifat satu-satunya (tidak ada duanya), misalnya Presiden Republik Indonesia, Rumah Sakit Islam Jakarta;

b) tidak didahului kata bilangan (satu, dua, dst.; beberapa; seorang, dua orang, dst.; kedua, ketiga, dst.), misalnya dua Gubernus Jawa Barat.Yang benar: Gubernur Jawa Barat dan dua gubernur.

3)Kata seperti gubernur, presiden, dsb., jika tidak disertai nama orang, tempat, dsb., adalah kata benda (dikenal dengan “nama jenis”). Penulisannya tidak perlu diawali dengan huruf kapital.

b.Nama Jenis
Nama jenis adalah sebutan lain untuk istilah “kata benda”. Setiap kata yang bukan nama diri disebut kata benda atau nama jenis.


2. *Penulisan Kata*

a.Kata Dasar
Kata dasar, yang belum mendapat imbuhan, ditulis sesuai dengan kaidah yang berkaitan, misalnya dengan kaidah pemakaian huruf kapital.

b. *Kata Berimbuhan*

Kata berimbuhan adalah kata yang sudah mendapat imbuhan berupa awalan, akhiran, sisipan, dan gabungan dari awalan dan akhiran.
Imbuhan dituliskan serangkai dengan kata dasar.

c. *Gabungan Kata/Kata Majemuk*

Gabungan kata dan  kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang menyatakan makna khusus.
Gabungan kata dan kata majemuk ditulis terpisah, kecuali yang sudah padu benar.

3. *Pemakaian Huruf Kapital*

Huruf kapital digunakan:

a.pada penulisan nama diri, baik nama orang, nama geografis,  nama waktu, nama gelar, nama pangkat, maupun nama-nama lainnya.

b.pada penulisan kata ganti penunjuk kekerabatan, yang dipakai sebagai sapaan (untuk orang kedua dan orang ketiga).
Tidak digunakan jika kata kekerabatan itu didahului kata bilangan atau diikuti kata ganti milik.

c.pada gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, dan kepangkatan yang  diikuti nama orang.

d.pada nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.

e.pada awal kata--dan setiap unsur katanya, kecuali kata penghubung--untuk nama badan, dokumen resmi, lembaga pemerintah, dan judul karangan, buku, majalah, dan surat kabar.

f.untuk singkatan nama gelar yang diikuti nama orang dan singkatan sapaan, diakhiri dengan tanda titik.

g.Beberapa kaidah pemakaian huruf kapital juga berlaku dalam penulisan kalimat, petikan langsung, dan ungkapan keagamaan.

3.jelaskan syarat penulisan kaidah ejaan bahasa indonesia.

Jawab:
1. *pemenggalan kata* 2. *pemakaian huruf kapital dan huruf miring*
3. *penulisan kata*
4. *pemakaian tanda baca*
5. *penulisan unsur serapan*

4.sebutkan dan jelaskan jenis-jenis tanda baca dalam kaidah ejaan bahasa indonesia.

Jawab:

1. *Tanda Titik (.)*

Jenis-jenis tanda baca yang pertama adalah tanda titik atau yang sering disimbolkan dengan simbol (.). Secara umum, kita mengetahui bahwa fungsi tanda baca ini adalah sebagai penutup dari sebuah kalimat, terutama untuk kalimat deklaratif (kalimat pernyataan) dan kalimat berita. Selain itu, tanda baca ini juga digunakan pada penulisan gelar, singkatan, sejumlah angka tertentu.


2. *Tanda Koma (,)*

Tanda baca ini berfungsi untuk memisahkan beberapa bagian dari suatu kalimat. Sama seperti tanda titik, koma juga biasa difungsikan untuk penulisan gelar, singkatan, dan juga angka-angka tertentu.

3. *Tanda Kurung ( ( ) )*

Tanda kurung merupakan tanda baca yang berfungsi untuk menandai keterangan tambahan dalam suatu kalimat.

4. *Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)*

Jenis-jenis tanda baca selanjutnya adalah petik tunggal (‘). Tanda petik ini berfungsi sebagai yang berfungsi untuk menandai beberapa istilah tertentu yang terkandung dalam suatu kalimat.

5. *Tanda Petik Dua (” “)*

Berbeda dengan tanda petik tunggal, tanda petik dua merupakan tanda petik yang berfungsi untuk menandai pernyataan langsung dalam suatu kalimat langsung atau juga pada bagian percakapan dalam suatu naskah drama.

6. *Tanda Seru (!)*

Tanda baca seru (!) merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penutup sekaligus penegas bagi kalimat imperatif (kalimat perintah) dan juga kalimat seruan.

7. *Tanda Tanya (?)*

Kebalikan dari tanda seru, tanda tanya merupakan tanda baca yang memperkuat kalimat interogatif atau yang lazim disebut dengan kalimat tanya.

8. *Tanda Hubung (-)*

Seperti namanya, tanda hubung (-) merupakan tanda baca yang fungsinya adalah untuk menghubungkan beberapa unsur tertentu dalam kata dan kalimat, seperti menghubungkan kata ulang dan sebagai penghubung kalimat dengan bagian kalimat yang terpaksa dipindahkan ke baris selanjutnya.

9. *Tanda Pisah (–)*

Tanda pisah (–) merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penanda adanya sisipan kata atau kalimat dalam suatu kalimat utama.

10. *Tanda Titik Dua (:)*

Tanda baca ini merupakan tanda baca yang fungsinya adalah sebagai penutup suatu kalimat, yang selanjutnya akan diikuti oleh sejumlah perincian dari kalimat tersebut.

11. *Tanda Titik Koma (;)*

Tanda baca ini berfungsi sebagai pemisah dari dua perincian dalam suatu kalimat. Tanda baca ini juga bisa dipakai sebagai pengganti kata dan.

12. *Tanda Elipsis (…)*

Tanda baca ini mempunyai fungsi sebagai penanda adanya bagian kalimat yang dipotong atau dihilangkan. Tanda baca ini juga bisa dipakai untuk menandai bagian yang tidak selesai dalam suatu naskah dialog.

13. *Tanda Kurung Siku atau Kurawal ([ ])*

Berbeda dengan tanda kurung biasa, tanda kurung ini fungsinya adalah penanda adanya bagian yang dikoreksi dari suatu kalimat.

14. *Garis Miring (/)*

Selain sebagai pengganti kata atau, tanda baca ini juga biasa dipakai dalam penulisan nomor surat, alamat, dan penanda periode tahun tertentu.

15. *Tanda Baca Penyingkat (Apsotrof) (‘)*

Jenis-jenis tanda baca yang terakhir adalah tanda baca apostrof. Tanda baca ini merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penanda adanya bagian yang hilang dalam suatu kata atau bilangan tahun.

5.tuliskan contoh tanda baca dalam kaidah ejaan bahasa indonesia.

Jawab:

1. *Tanda titik*

digunakan pada akhir kalimat pernyataan.
Contoh:

1.Ani sedang belajar di rumah.

2.Toni menolak pernyataan yang disampaikan oleh Budi.

2. *Tanda koma*

digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh:

1.Seminar tersebut akan dihandiri oleh menteri, rektor, serta pembiacara-pembiacara yang tak kalah luar biasa.

2.Wati, Indra, dan Siska merupakan tiga bersaudara.

3.Lomba ini akan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.

Komentar